Cara Memutihkan Wajah Dengan Cepat Dan Aman

Coba saja tidak melindungi wajah selama satu tahun penuh, setiap hari. Wajah akan kusam, warna kulit tidak merata dan muncul noda hitam. Ini adalah respon buruk kulit manusia yang terlanjur tinggal di dasar katulistiwa. Sinar matahari menggerogoti kulit, membuatnya terbakar dan gersang. Belum lagi polusi dosis tinggi yang membuat sel-sel kulit gagal beregenerasi. Di dalam ruangan juga bukan berarti tidak tanpa resiko, udara panas membuat produksi minyak lebih banyak. Saat itu jerawat pada wajah mulai menyapa dunia. Memakai Air Conditioner? Kulit kering dan kehilangan elastisitas. Keriput muncul, flek hitam, bekas jerawat dan melasma tak kunjung pudar.

Masalah tidak berhenti disitu. Banyak orang Indonesia ingin kulit lebih putih sebab merasa kulit sawo matang tidak indah. Darimana perasaan ini berasal? Pertama ia dibentuk lewat iklan dan artis televisi yang mengesankan putih itu cantik. Lebih sempurna jika, ia tinggi dan berhidung mancung. Kriteria yang sebenarnya lebih cocok dengan profil fisik bangsa Barat. Sebagai bangsa bekas jajahan, ada rasa inferioritas sehingga standart yang baik sering berasal dari sana. Buktinya kita lebih bangga punya pacar bule. Kita mengikuti mereka. Terlalu lama menjadi follower bangsa barat juga berdampak buruk.

Apa Kita Butuh Kulit Putih? Coba Tengok Gambar Dibawah


Dengan tegas kami menjawab ‘tidak’. Yang kita butuhkan adalah kulit yang terlihat cerah alami, terhidrasi, elastisitas yang bagus sehingga nampak kenyal, jerawat dan keriput pun enggan datang. Cukup seperti gambar berikut.

Wajar kulit manusia katulistiwa cenderung lebih gelap daripada mereka yang tinggal di daerah subtropis. Ini karena produksi pigmen melanin yang dihasilkan Stratum germinativum lebih besar. Hal tersebut merupakan respon alami guna memproteksi kulit dari bahaya sinar matahari. Jangan anggap ia tidak berguna. Melanin ekstra juga terbukti ampuh menghambat sel kanker berkembang. Dan cara untuk memutihkan adalah menghambat perkembangan melanin, tekan produksinya. Ini bukanya tanpa resiko, berkurangnya melanin membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Kedua jika yang putih hanya wajah saja, terlihat mencolok, sementara badan hitam seperti foto di atas, maaf yang anda lakukan pada kulit itu jahat.

Paham sesat yang masih hinggap di benak pemakai kosmetik adalah produk pemutih kerap diartikan membuat kulit jadi lebih putih. Padahal sebenarnya krim pemutih lebih bertujuan pada perawatan kulit agar berpenampilan cerah, sehat dan segar. Ia tidak secara otomatis memutihkan. Namun coba anda lihat, ketika kulit tersebut cerah dan bersih, otomatis juga terlihat putih. Nah, sialnya whitening seeker cenderung melihat hasil produk pemutih seperti memakai topeng dimana tidak ada pertemuan yang sinkron antara kulit tubuh dan kulit wajah. Produsen kosmetik nakal pun hadir memantau keinginan aneh ini. Mereka membuat produk yang tidak teregistrasi di BPOM. Cream dengan kandungan hydroquinone ditambahkan.

Memutihkan Wajah Secara Cepat? Awas Hydroquinone

Kembali lihat foto atas sendiri. Kemungkinan besar, si wanita memakai cream pemutih yang mengandung hydroquinone. Zat ini dikategorikan obat teraupetik oleh BPOM. Artinya, bila sebuah cream mengandung hydroquinone maka ia tidak lagi bisa disebut produk kosmetik, melainkan sebuah obat-obatan. Hydroquinione memang bisa menjadi metode terapi yang cepat dan efektif namun penggunaanya hanya dilakukan oleh dokter kulit atau dermatologist biasanya dengan kadar 2%-4%. Itu pun ada syarat ketat dan akan ada resiko yang ditanggung pasien jika penggunaannya disalahgunakan.

Memang hydroquinone memiliki reaksi yang sangat cepat untuk memutihkan kulit. Ia mampu merombak lapisan epidermis wajah. Oleh karena itu, ia sering digunakan untuk perawatan flek hitam, melasma atau bekas jerawat parah dengan penanganan medis yang terukur. Jangka panjang senyawa ini akan menghancurkan produksi melanin. Kanker ganas rawan terjadi. Bahan lain dalam kosmetik yang juga menduduki kategori X menurut FDA adalah Merkuri dan Steroid.

Oleh sebab inilah, pemahaman dan kejelian memilih skincare mutlak diperlukan. Cream mengandung senyawa berbahaya biasanya ditandai dengan warna putih berkilauan, bau menyengat, agak lengket, panas saat dipakai dan wajag memerah bila terkena sinar matahari. Namun ciri tersebut tidak terlalu berlaku. Cara paling gampang sebetulnya bisa dilihat dari reaksi penggunaan cream tersebut. Jika dalam 1-2 minggu wajah terlihat putih mendadak dan ada sedikit pucat, besar kemungkinan mengandung merkuri atau hydroquinone.

Alternatif Yang Setara Hydroquinone : Azelaic Acid, Arbutin, Retinoid dan Kojic Acid

Lightening agents bekerja dengan cara bermacam-macam, secara umum mereka menekan produksi melanin. Proses ini bisa dilakukan lewat dua jalan pertama melakukan imitasi tyrosine. Jadi ia menyibukan tyrosine sehingga melanin tidak banyak diproduksi. Kandungan yang bekerja dengan cara ini misalnya hydroquinone, mequinol, azelaic acid, arbutin dan licorice extract. Sementara senyawa seperti kojic acid mampu memblock copper ions di tyrosinase dan mencegah enzim ini beroperasi.

Azelaic acid bisa anda pakai sebagai pengganti hydroquinone. Bila ditambah dengan retinoid, ia mempunyai efek setara dengan 4% hydroquinone. Azelaic sendiri terbilang aman untuk ibu hamil dan memperoleh nilai B dari FDA. Jadi dengan pemakaian yang tepat efek samping akan sangat minimal. Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui sebaiknya memilih kandungan dengan azelaic saja sebab retinoid beresiko bagi janin.

Arbutin dan kojic acid juga bisa dipakai untuk mencerahkan wajah. Ini adalah dua kandungan yang sangat umum di pakai pada whitening cream saat ini. Pada orang dengan kulit sensitive sebaiknya hindari kojic acid. Pilih cream yang memakai arbutin saja, atau yang telah dikomposisikan dengan niacinamide dan ekstrak licorice.

Memang senyawa-senyawa alternatif ini tidak memiliki reaksi secepat hydroquinone dan merkuri. Masalahnya adalah banyak wanita hanya mementingkan hasil yang cepat. Setelah memakai dalam satu bulan dan mendapati perubahan tidak terlalu berarti, banyak yang berkesimpulan cream dengan kandungan aman tersebut tidak cocok. Jadi istilah tidak cocok disini lebih tepat jika kita baca; saya tidak cocok sebab produk ini tidak memiliki efek yang instan. Kasus kulit belum bisa menerima sebuah produk baru tidak dapat dilihat dari hasilnya tetapi dari reaksi iritasi alias breakout. Bila produk tersebut menimbulkan breakout seperti kulit menjadi kering, perih, kemerahan dan muncul jerawat, sudah bisa dipastikan kulit anda tidak match dengan produk tersebut.

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.