Cara Mengobati Herpes Kulit & Genital Secara Cepat Dan Alami

Apa Itu Bee Propolis?
Bee propolis adalah resin lebah yang dikumpulkan dari getah pohon yang digunakan untuk membantu menutup celah-celah kecil di dalam sarang mereka. Propolis, kadang-kadang disebut sebagai “lem lebah,” biasanya berwarna coklat dan lengket.

Propolis tidak hanya berfungsi untuk mempertahankan struktur sarang lebah, tapi juga memiliki kemampuan sebagai anti mikroba dan anti parasite yang dapat membantu menjaga lebah dan sarangnya agar tetap sehat dan bersih dari kuman. Manfaat bagi kesehatan dari propolis inilah yang menarik perhatian ilmuwan.

Propolis telah digunakan selama berabad-abad. Namun, hanya baru-baru ini saja orang-orang mulai mempelajari kandungannya dalam penelitian ilmiah. Berikut adalah penjelasan mengenai manfaat utama dan bagaimana propolis bekerja:

  • Propolis mengandung semua vitamin yang dikenal penting (kecuali vitamin K) dan semua empat belas mineral yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari (kecuali sulfur)
  • Propolis juga mengandung flavonoid tingkat tinggi – 500 kali lebih tinggi dari rata-rata jeruk. Flavonoid mempunyai efek antioxidating yang kuat bagi tubuh dan pikiran.
  • Propolis telah terbukti bersifat antibiotik dan antiseptik. Zat ini berfungsi mengatasi penyakit dalam tubuh dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu.
  • Propolis memiliki efek antivirus dan anti-inflamasi atau peradangan, yang dapat mengurangi kemerahan dan bengkak di seluruh tubuh.
  • Propolis adalah perekat yang kuat, itulah mengapa lebah menggunakannya untuk melindungi sarang mereka. Sifat-sifat mengikatnya membuat propolis populer di kalangan tabib kuno dan para dokter. Hari ini, orang masih menggunakan propolis sebagai salep oles untuk mengobati luka dan luka bakar ringan.
  • Sifat perekat ini juga membuat propolis bertindak sebagai bahan pelapis dan pengeras untuk enamel gigi.

Bukti-Bukti Studi ilmiah Propolis Untuk Mengobati Herpes
Dimulai sekitar tahun 1990, peneliti medis mulai tertarik dan bereksperimen dengan bee propolis untuk mengatasi herpes. Ilmuwan Italia di University of Pavia-Italia mencatat bahwa flavonoid yang ditemukan dalam propolis mengurangi proses replikasi atau perkembangbiakan virus herpes.

Hasil sebuah penelitian di Italia yang diterbitkan dalam jurnal medis Microbiologica, menguji efektivitas lima flavonoid yang terkandung dalam propolis yaitu chrysine, kaempferol, acacetin, galangin dan quercetin dalam melawan virus herpes. Dari lima flavonoid, chrysine dan kaemferol mampu menekan virus herpes agar tidak berkembang dalam tubuh. Namun, dua flavonoid  ini tidak mampu menjaga virus herpes untuk tidak menginfeksi orang lain.

Sedangkan quercetin dosis tinggi dalam bee propolis mampu menekan virus untuk tumbuh dan berkembang biak serta mencegahnya untuk menyebar dan menginfeksi orang lain.

Lima tahun kemudian, pada tahun 1995, ilmuwan Rusia menggunakan propolis oles pada pasien dengan keratitis atau nebula yang terjadi akibat virus herpes.

Dengan mengoleskan salep mata yang mengandung propolis pada bagian bawah kelopak mata saat tidur selama sepuluh hingga lima belas hari, akan mengurangi waktu penyembuhan menjadi setengahnya. Kemampuan pasien untuk melihat juga meningkat dua kali.

Propolis Lebih Baik Daripada Acyclovir
The British Dental Journal menerbitkan sebuah pernyataan pada tahun 2006 yang menyatakan bahwa propolis cukup efektif untuk mengatasi virus herpes simpleks sama bagusnya dengan obat farmasi untuk pengobatan herpes, asiklovir.

Sebuah studi tahun 2000 di Rusia kepada 90 partisipan dilakukan dengan memberikan plasebo,  salep acyclovir, atau salep propolis sebagai pengobatan untuk herpes simpleks virus- 2.

Para peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing terdiri dari 30 orang, dan menerapkan pengobatan tersebut empat kali sehari pada fase benjolan luka yang sudah melepuh akibat herpes genital. Kemudiann setiap peserta diperiksa pada hari ketiga, tujuh, dan sepuluh.

Pada hari sepuluh, dua puluh empat dari tiga puluh peserta dalam kelompok yang menggunakan salep propolis sudah sembuh. Pada kelompok salep asiklovir, empat belas peserta telah sembuh dan hanya dua belas dari yang menggunakan plasebo sembuh di hari sepuluh.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses pengobatan herpes bisa lebih cepat dengan  menggunakan salep propolis  yang mengandung flavanoids.

Propolis Untuk Herpes Simplex Virus-1 Dan Herpes Simplex Virus-2
Pada tahun 2007, para ilmuwan berusaha untuk membuat berbagai produk medis dengan propolis. Satu studi membandingkan perbedaan antara bee propolis yang dibuat dari dalam larutan alkohol dan propolis yang dibuat dari “chelated compound”. Kemudian produk propolis ini digunakan untuk mengobati herpes oral. Hasilnya formula baru dari “propolis chelated” bekerja jauh lebih baik dari propolis alkohol dalam membantu menyembuhkan herpes oral.

Pada tahun 2010, Phytomedicine melaporkan sebuah penelitian yang dilakukan sebuah laboratorium di Jerman tentang ekstrak propolis dalam air dan alkohol yang membawa hasil yang mengesankan ketika diterapkan pada kultur sel virus herpes genital. Hasilnya daya infeksi virus berkurang lebih dari 99%.

Sebuah analisa yang dilakukan oleh Sirinad Musiaek dan Yimanee Tragoolpua dari Departemen Biologi di Chaing Mai College menyatakan bahwa ekstrak Propolis dapat menghentikan Virus Herpes Simplex. Penelitian Chiang Mai yang luar biasa ini menegaskan bahwa air dan etanol dari ekstrak Propolis dapat mematikan virus pada sel vitro segera setelah digunakan untuk pengobatan virus Herpes Simplex 1 dan 2. Penggunaan Propolis dengan dosis yang signifikan jauh lebih baik daripada penggunaan Acyclovir dalam mengobati HSV 2. Penelitian menunjukkan bagaimana HSV-1 dapat sepenuhnya “dihapus” hanya dalam waktu enam puluh menit. Dan butuh waktu sekitar enam jam untuk menyingkirkan HSV-2.

PubMed.gov mengungkapkan bahwa ada lebih dari 2000 penelitian tentang propolis. Sebagian besar penelitian dilakukan antara tahun 2011 dan 2016, maka tdk mengherankan jika propolis sering menjadi berita utama pada bidang kesehatan selama beberapa tahun terakhir.

Memperkenalkan melia propolis:

Melia Propolis Untuk Mengobati Herpes

Melia propolis merupakan ramuan obat alami yang sudah terbukti secara medis cocok digunakan untuk mengobati penyakit herpes simplex tipe 1, tipe 2 dan herpes zoster karena:

  • Melia Propolis mengandung Bioflavonoid lebih dari 23.000 ppm untuk setiap 100 ml nya adalah produk yang di siapkan untuk membantu mengobati herpes dan memperkuat system imun tubuh untuk membantu menekan virus herpes untuk kambuh mewabah dikemudian hari. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa studi medis membuktikan secara nyata, Flavonoid berperan krusial dalam melawan infeksi virus herpes.
  • Propolis Melia Asli mengandung Semua Vitamin kecuali vitamin K. Baca disini: mengapa vitamin sangat penting untuk melawan virus herpes.
  • Melia Propolis sebagai antibiotic alami, antifungal (anti jamur) dan anti peradangan alami sehingga cocok mengobati berbagai penyakit kulit seperti eksim, panu, keputihan, ketombe, mengatasi & menghilangkan bekas luka akibat herpes, diabetes dll.
  • Menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, terutama virus herpes seperti yang telah dibuktikan pada pengujian medis diseluruh dunia diatas.
  • Bagi ibu hamil yang terserang wabah penyakit herpes, kandungan antioksidan dalam Melia Propolis akan sangat bermanfaat bagi ibu hamil, ibu menyusui dan bayinya karena si bayi akan minum asi yang kaya antioksidan dan anti bodi dari ibunya.

Melia propolis manjur mengobati  dan meredakan nyeri akibat herpes ringan maupun berat, pada semua area wajah dan tubuh seperti mata, bibir, mulut, leher, dada, alat kelamin serta aman untuk segala usia, mulai dari bayi yang berumur bulanan, balita, anak-anak, ibu hamil, menyusui hingga manula.

Untuk Mempercepat Penyembuhan & Mencegah Resiko Kambuh di masa mendatang maka anda harus memperhatikan gaya hidup dan diet untuk penderita herpes.
Melia Propolis Mengobati Segala Jenis Penyakit HerpesCara Mengatasi Herpes Dengan Propolis Melia:
Untuk Di minum:

  • Teteskan ke dalam ¼ gelas air minum, sebaiknya diminum dalam keadaan perut kosong dan sebelum tidur.
  • Orang Sehat : 5 – 7 tetes, diminum 3 – 5 kali sehari
  • Orang Sakit : 10 – 25 tetes, diminum 3 – 5 kali sehari

Atau disesuaikan kebutuhan. Kegunaan Propolis Makin banyak dan makin sering diminum, maka dapat membantu mempercepat penyembuhan penyakit.

Untuk Pemakaian Luar :

  • Teteskan atau oleskan pada bagian luka atau tubuh yang sakit / luka 3-5 kali sehari.

Propolis Melia tidak menyebabkan over dosis, bisa diminum berapa tetes pun sesuai kebutuhan. Propolis Melia dapat dikonsumsi dengan suplemen lainnya tanpa ada efek samping (disarankan untuk mengkonsumsi Propolis Melia 1 jam sebelum atau sesudah mengkonsumsi obat dokter agar bisa dirasakan perbedaannya). Propolis Melia cocok untuk semua umur dan usia mulai dari Ibu hamil, bayi hingga manula, bahkan cocok untuk hewan dan ternak.

Propolis Melia tidak ada masa kadarluarsa, tidak akan rusak dan khasiatnya akan tetap sama walau disimpan bertahun-tahun.

Baca juga: Panduan Penyakit Herpes: Penyebab, Gejala, Pengobatan & Pencegahan.

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.