Cara Mengenali Penyakit Herpes Genital Pada Ibu Hamil

Obat Herpes Zoster & Simplex Genital, Bibir, Mulut & Mata Pada Anak Bayi, Wanita & Pria
Herpes genital adalah penyakit menular seksual yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Sexual Transmitted Disease (STD). STD adalah penyakit yang bisa Anda dapatkan dari berhubungan seks dengan seseorang yang memiliki penyakit menular. Anda bisa mendapatkan STD dari vagina, anal atau oral seks. Kebanyakan orang mendapatkan herpes genital dari hubungan seks dengan orang yang terinfeksi, tapi seseorang juga bisa tertular tanpa berhubungan seks.

Herpes genital disebabkan oleh virus. Bila Anda terinfeksi, maka akan muncul benjolan kecil merah yang berkembang di daerah di mana virus pertama kali masuk ke dalam tubuh Anda, seperti vagina atau mulut. Benjolan ini bisa menjadi berbentuk lepuh yang pecah, meninggalkan luka yang menyakitkan (juga disebut ulkus). Sekitar 1 dari 5 (20 persen) wanita di Amerika Serikat menderita herpes genital.

Cara Mengenali Penyakit Herpes Genital Pada Ibu Hamil

Herpes Genital Bisa Mengakibatkan Komplikasi Pada Wanita Hamil Seperti:
• Lahir premature, adalah kelahiran yang terjadi terlalu dini, sebelum 37 minggu masa kehamilan.
• Keguguran, adalah ketika bayi meninggal dalam kandungan sebelum 20 minggu kehamilan.

Bagaimana Caranya Agar Tahu Apakah Anda Menderita Herpes Genital?
Kebanyakan orang yang menderita herpes genital tidak memiliki tanda-tanda atau gejala sehingga mungkin saja mereka tidak tahu bila mereka sedang menderita penyakit tersebut. Tanda dan gejala dapat berkembang dalam waktu 2 minggu sejak terinfeksi. Jika Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda dan gejala dibawah ini, segera periksakan diri ke dokter.

Untuk mendiagnosis infeksi ini, penyedia layanan kesehatan Anda dapat menggunakan ini tes medis ini:
• pemeriksaan fisik untuk mencari apakah ada luka
• mengambil sampel kulit dan cairan dari luka
• tes darah untuk memeriksa kondisi antibodi tubuh untuk melawan virus yang menyebabkan herpes genital.

Setelah Anda terjangkit herpes genital, virus yang menyebabkan hal itu tidak akan pernah meninggalkan tubuh Anda. Jika Anda memiliki infeksi aktif, maka akan sangat mungkin Anda memiliki wabah luka dan lecet herpes beberapa kali dalam setahun. Atau Anda mungkin tidak memiliki gejala sama sekali; ini disebut infeksi diam. Seiring waktu, wabah cenderung terjadi lebih sering dan menjadi kurang parah. Minum obat setiap hari dapat membantu mengelola gejala, mencegah wabah untuk waktu yang lama dan menurunkan peluang menularkan virus kepada orang lain.

Apakah herpes dapat membahayakan bayi saya?
Sangat tergantung pada cara bagaimana pertama kali terjangkit/terkena virus itu sendiri. Misalnya, jika Anda menderita herpes sebelum hamil, virus tidak akan membahayakan. Terjangkit herpes selama kehamilan adalah masalah yang lebih serius, Anda dapat menularkan virus herpes ke bayi Anda saat persalinan dan kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada bayi, termasuk infeksi yang mematikan. Anda dapat menularkan herpes genital ke bayi Anda dengan tiga cara:

  • Sebelum lahir (juga disebut herpes intrauterine). Anda menularkan virus kepada bayi Anda di dalam rahim. Herpes semacam ini jarang terjadi.
  • Selama persalinan dan kelahiran. Hal ini biasanya terjadi ketika bayi lahir melewati vagina yang terinfeksi (disebut juga jalan lahir). Ini adalah cara yang paling umum bayi terinfeksi herpes. Seorang bayi bisa terinfeksi tanpa melalui vagina, tetapi hal ini jarang terjadi. Hal ini dapat terjadi jika kantung ketuban pecah sebelum kelahiran. Kantung ini (juga disebut kantong air) berada di dalam rahim yang melindungi bayi Anda. Kantung ini diisi dengan cairan ketuban.
  • Setelah lahir. Anda atau orang lain dapat menularkan virus kepada bayi setelah lahir. Misalnya, jika Anda memiliki sakit herpes pada bibir

Anda dan Anda mencium kulit bayi Anda, Anda dapat menularkan virus kepadanya.
Ketika bayi terkena virus, maka hal itu disebut herpes neonatal. Ini adalah penyakit herpes yang jarang terjadi namun serius, dan dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan beresiko membahayakan nyawa bayi Anda. Sangat penting untuk memberitahu bidan Anda jika Anda memiliki herpes genital sehingga ia dapat membantu Anda mendapatkan perawatan ekstra yang mungkin diperlukan oleh Anda dan bayi Anda.

Bagaimana jika saya sudah memiliki herpes genital sebelum hamil?
Dalam hal ini, risiko kepada bayi Anda rendah. Hal ini dikarenakan tubuh Anda telah memberikan antibodi pelindung kepada bayi Anda untuk melawan virus herpes. Ada kemungkinan bahwa pada awal kehamilan, Anda tidak akan membutuhkan terapi obat untuk gejala Anda. Namun, jika penyakit ini serting kambuh, atau jika Anda ingin perlindungan ekstra, Anda dapat mengkonsumsi obat antivirus.
Obat ini disebut Asiklovir, dan obat ini aman untuk di konsumsi selama masa kehamilan. Dokter Anda mungkin akan menyarankan kepada Anda yang menderita penyakit herpes tidak harus menghindari kelahiran melalui vagina.

Bagaimana jika saya terjangkit herpes di awal kehamilan saya?
Bila Anda terjangkit herpes untuk pertama kalinya saat Anda sedang hamil maka Anda harus lebih dari khawatir. Tetapi jika hal itu terjadi sebelum 28 minggu kehamilan, tubuh Anda akan menghasilkan antibodi untuk melawan virus dan akan memberikan perlindungan pada bayi Anda. Bidan Anda harus merujuk Anda ke klinik genitourinari, yang mengkhususkan dalam mengobati IMS. Staf di klinik akan menawarkan pengujian, pengobatan dan tindakan pendukung. Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Pihak klinik atau dokter kandungan Anda dapat menawarkan pengobatan singkat dengan obat antivirus, asiklovir, ketika gejala pertama muncul. Anda kemudian harus dalam pengobatan selama empat minggu terakhir kehamilan Anda, untuk menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi lain pada saat kelahiran. Asiklovir aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Dokter Anda mungkin akan menyampaikan kepada Anda bahwa terjangkit herpes genital di awal kehamilan seharusnya tidak menghentikan Anda untuk melakukan kelahiran lewat vagina.

Bagaimana jika saya terkena herpes di kemudian hari di kehamilan yang sudah berjalan?
Ketika Anda terjangkit virus dalam waktu enam minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran, tubuh Anda tidak memiliki cukup waktu untuk membuat antibodi yang bisa diteruskannya kepada bayi Anda. Sehingga bayi bisa terkena herpes saat proses kelahiran, dari kontak dengan virus di atau sekitar vagina Anda.

Bidan harus merujuk Anda ke klinik genitourinarium , yang mengkhususkan diri dalam mengobati IMS. Staf di klinik akan menawarkan pengujian, pengobatan dan dukungan. Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Klinik atau dokter kandungan Anda akan menawarkan pengobatan dengan obat antivirus, asiklovir, untuk sisa masa kehamilan Anda. Ini akan membantu melindungi bayi Anda.

Dokter kandungan Anda juga akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi caesar , sehingga bayi tidak terkena virus saat melahirkan. Setelah bayi lahir, untuk menghindari penyebaran virus kepadanya, selalu mencuci tangan dengan bersih jika mungkin Anda telah menyentuh salah satu lecet atau luka herpes Anda.

Bagaimana jika pasangan saya memiliki herpes genital?
Jika pasangan Anda menderita herpes genital, untuk melindungi diri sendiri dan bayi Anda, hindari berhubungan seks saat ia sedang mengalami wabah. Karena virus bisa aktif sebelum gejala muncul, oleh sebab itu paling aman jika pasangan Anda menggunakan kondom selama kehamilan Anda.

Hal yang juga penting adalah memberitahukan bidan atau dokter Anda jika pasangan Anda memiliki herpes genital, sehingga mereka dapat membantu Anda untuk merawat diri sendiri dan bayi yang belum lahir.

Apa yang terjadi jika bayi tertular herpes?
Ketika bayi yang baru lahir tertular herpes, itu disebut herpes neonatal. Ini adalah kondisi langka. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa hanya satu hingga dua bayi tertular herpes per 100.000 kelahiran di Inggris.

Beberapa bayi ada yang terkena lebih parah dibandingkan bayi lain. Dengan pengobatan, kebanyakan bayi dapat sembuh dengan baik jika mereka menderita infeksi herpes pada kulit, amata atau mulut mereka.

Namun, herpes juga dapat mempengaruhi otak, saraf atau organ bayi lainnya. Pengobatan dapat membantu, tapi sayangnya, kadang-kadang terjadi kerusakan permanen dan cacat. Dalam beberapa, kasus yang sangat jarang, herpes neonatal dapat cukup parah yang sangat membahayakan nyawa si bayi.

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.