Herpes Simplex Pada Mulut Anak & Kulit Bayi

Virus Herpes Simplex (cold sores)

Mengobati Herpes Simplex Pada Mulut Anak dan Bayi
Virus herpes simpleks (HSVs) akan mengakibatkan luka berdarah atau lecet. Ketika luka pada bibir atau di dalam mulut pecah maka ini akan menyebabkan demam dan inilah yang disebut dengan cold sores. Pada kebanyakan kasus, luka dan koreng ini disebabkan oleh HSV tipe 1 (HSV-1). Infeksi herpes juga dapat mempengaruhi alat kelamin. Luka ini biasanya disebabkan oleh virus herpes lain, HSV tipe 2 (HSV-2).

Namun virus tipe 2 ini dapat menyebabkan luka di bagian manapun dari tubuh. Virus herpes simpleks dapat menyerang lapisan otak yang dapat menyebabkan terjadinya ensefalitis dan meningitis. Pada bayi yang baru lahir, virus herpes dapat menyebabkan infeksi berat pada otak, paru-paru, dan penyakit hati serta luka pada kulit dan mata.

Virus herpes sangat menular. Virus ini dapat menyebar dari satu anak ke anak yang lain atau dari orangtua ke anak melalui kontak langsung dengan luka herpes atau melalui kontak dengan air liur seseorang yang terinfeksi (misalnya, melalui ciuman).

Pada atlet, khususnya pegulat dan pemain rugby, virus dapat ditularkan selama kontak fisik saat pertandingan atau latihan. Bentuk infeksi genital adalah penyakit menular seksual (PMS). Bayi dapat terinfeksi selama proses kelahiran. Masa inkubasi dari infeksi ini rata-rata 6 sampai 8 hari.

Tanda dan gejala
Ketika anak Anda terkena infeksi herpes untuk pertama kalinya (infeksi HSV primer), gejala yang paling umum dialami adalah sariawan, demam, dan kelenjar getah bening bengkak, dan biasanya terlihat setelah terjadi pembengkakan dan kemerahan pada gusi. Luka ini perlahan akan sembuh pada sekitar 7 sampai 14 hari. Selama terjangkit herpes, anak-anak akan mengalami 1 atau 2 luka di sekitar mulut. Dalam beberapa anak-anak yang masih kecil, gejala sangat ringan sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang terinsfeksi herpes.

Setelah anak Anda terinfeksi herpes pertama kali maka setelah sembuh, virus itu sendiri akan tetap berada di sel-sel saraf tubuhnya dalam bentuk yang tidak aktif (laten) yang akan menjadi pembawa virus herpes seumur hidup mereka. Kapanpun, virus ini dapat menjadi aktif kembali (kadang-kadang karena cuaca terlalu dingin atau panas, badan demam, kelelahan, stres, atau paparan sinar matahari), yang dapat menyebabkan kembalinya penyakit cold sore muncul (infeksi HSV sekunder). Wabah ini sering dimulai dengan rasa kesemutan atau sensasi gatal di daerah di mana luka muncul. Luka dan lecet sering menjadi seperti berkerak sebelum akhirnya sembuh.

Ketika alat kelamin yang terkena, lesi herpes ditemukan pada penis, vagina, leher rahim, vulva, bokong, atau bagian sekitarnya. Seseorang dengan herpes genital mungkin telah berulang kali mengalaminya seumur hidup mereka. Ketika infeksi HSV terjadi pada bayi yang baru lahir, ia cenderung untuk mengalami penyakit herpes dalam beberapa minggu pertama kehidupannya. Bayi terinfeksi saat melewati jalan lahir. Virus menyerang hati, paru-paru, dan sistem saraf pusat serta kulit, mata, dan mulut. Ini adalah infeksi yang mengancam jiwa dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

Virus herpes simpleks juga menyebabkan ensefalitis, infeksi otak. Anak-anak dengan ensefalitis akan mengalami demam, sakit kepala, lekas marah, dan kebingungan. Umumnya akan mengalami kejang. Herpes simpleks tipe 2 sering menyebabkan bentuk ringan dari meningitis jangka pangjang yang tidak menyebabkan kerusakan otak.

Yang Harus Anda Lakukan
Infeksi herpes yang serius, seperti yang dialami oleh bayi yang baru lahir dapat mempengaruhi otak, dan akan memerlukan rawat inap dan perawatan intensif. infeksi superfisial pada mulut biasanya dapat diobati di rumah. Setelah beberapa hari, luka herpes labialis akan pergi sendiri. Selama menderita penyakit ini, cegah anak Anda dari goresan atau mengutak-atik/menyentuh luka.

Ketika anak Anda mengalami cold sores, upayakan agar ia merasa senyaman mungkin. Hindari makanan dan minuman yang mengiritasi luka. Bantu mencegah dehidrasi dengan memberinya cairan ekstra. jus apel akan menyebabkan iritasi berkurang dibandingkan dengan minuman seperti jus jeruk atau limun yang lebih asam.

Kapan seharusnya membawa anak Anda ke dokter anak
Jika anak Anda mengembangkan tanda-tanda dan gejala infeksi herpes untuk pertama kalinya, hubungi dokter anak Anda. Jika anak Anda mengalami demam, kelenjar membengkak, atau kesulitan makan karena luka mulut, dokter anak Anda mungkin akan menyarankan untuk membawa anak Anda untuk diperiksa. Perhatikan anak Anda tidak mengalami dehidrasi dan hubungi dokter anak Anda jika Anda khawatir tentang hal ini.

Perlu diingat bahwa sebagian besar kasus herpes tidak menyebabkan rasa sakit yang serius. Jika anak remaja Anda terkena herpes genital, segera periksakan anak Anda ke dokter. Obat antivirus dapat mempercepat penyembuhan.
Jika bayi Anda mengalami ruam, demam, atau iritasi pada kelopak mata atau mata di bulan pertama usia mereka, segera hubungi dokter anak Anda.

Dokter mungkin akan memeriksa bayi Anda dan melakukan perawatan darurat. Jika bayi, anak, atau remaja Anda mengalami kejang atau demam, sakit kepala, dan kebingungan, jangan menunda untuk segera menghubungi dokter Anda.

Bagaimana Diagnosis Dibuat?
Dokter biasanya akan mendiagnosis infeksi herpes melalui pemeriksaan visual dari luka. Tes laboratorium dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis, meskipun mereka tidak selalu diperlukan. Dalam tes ini, sedikit jaringan luka diambil dan dapat diperiksa di bawah mikroskop, atau melakukan tes darah.

Dalam kasus infeksi otak, electroencephalogram (EEG) dan pemeriksaan dengan alat pencitraan mungkin akan dilakukan untuk membantu diagnosis. Selain itu, pungsi lumbal (spinal tap) akan dilakukan untuk memeriksa cairan tulang belakang untuk mengetahui adanya tanda-tanda infeksi. Bayi yang baru lahir akan harus melalui berbagai tes untuk mencari bukti infeksi virus pada otak, paru-paru, dan organ lainnya.

Pengobatan
Jika anak Anda mengeluh rasa sakit dan ketidaknyamanan yang berhubungan dengan luka selama menderita herpes, konsultasikan dengan dokter anak Anda tentang mengobatinya dengan asetaminofen. Dokter anak Anda juga dapat meresepkan sejumlah obat-obatan antiviral, seperti asiklovir, untuk infeksi HSV. Obat resep ini mencegah virus bertambah banyak dan, jika diberikan lebih awal, dapat mengurangi gejala dan menyembuhkan luka lebih cepat.

Kadang-kadang ada cairan khusus untuk mati rasa, yang diberikan oleh dokter anak Anda yang dapat diterapkan pada luka mulut untuk menghilangkan rasa sakit. Namun, sebagian besar anak-anak dengan wabah herpes oral tidak diberikan obat-obatan ini karena mereka dapat cepat sembuh sendiri.

Obat antivirus dapat menyelamatkan nyawa bayi yang baru lahir dari infeksi, serta untuk anak-anak dengan infeksi yang lebih berat seperti yang menyerang di dalam dan sekitar otak dan anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya lemah karena infeksi HIV atau pengobatan kanker. Obat antivirus yang lebih sering digunakan adalah yang untuk herpes genital dan dapat diresepkan pada saat terjangkit herpes genital untuk pertama kalinya.

Obat antivirus dapat diberikan terus menerus untuk mencegah penyakit kembali lagi. Namun, informasi tentang keberhasilan terapi jangka panjang pada anak-anak ini sangat terbatas. Pada orang dewasa yang sering mengalami herpes genital, antivirus akan diberikan terus menerus selama satu tahun untuk mengurangi frekuensi terjangkitnya.

Apa itu Prognosis?
Ketika infeksi herpes mempengaruhi bayi yang baru lahir, mereka akan bisa lebih berbahaya. Mereka dapat menyebabkan penyakit serius dan kadang-kadang kematian, meskipun telah diberikan obat-obatan yang tepat. Pada anak-anak yang lebih tua, ensefalitis dapat diberikan dan harus dilakukan secara efektif untuk menghindari masalah neurologis jangka panjang seperti kejang dan tubuh melemah. Bentuk ringan dari meningitis yang disebabkan oleh HSV-2 infeksi biasanya hilang dalam beberapa hari sampai seminggu.

Pencegahan
Untuk mencegah penyebaran HSV, anak Anda harus menghindari kontak dengan luka dari seseorang yang mengindap herpes. Ingat, bahwa banyak orang yang memiliki virus dalam air liur mereka bahkan ketika mereka tidak memiliki luka sama sekali. Jangan biarkan anak Anda berbagi peralatan makan atau minum dari gelas orang lain. Dalam kebanyakan kasus, anak Anda tetap dapat bersekolah meskipun sedang terinfeksi aktif, tetapi dokter anak Anda mungkin akan menyarankan untuk dia tinggal di rumah saja jika ia memiliki wabah herpes.

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.