Testimoni & Pengalaman Pakai Cream Temulawak V Natural

Testimoni Pengguna Pemakaian Cream Temulawak V Natural – Meski terdengar herbal, sejujurnya saya tidak begitu sreg dengan kesan awal Cream temulawak V natural. Kemasanya teramat biasa, kalau tidak ingin dibilang buruk. Dan cenderung mirip dengan cream temulawak lain. Namun persepsi buruk itu saya coba hindarkan. Baiklah, kita tarik nafas sejenak dan lihat betapa jadulnya kemasan Kiehls. Ingat juga bagaimana Cetaphil membuat wadah skincarenya tak jauh beda dengan sabun pencuci piring atau Dr. Bronner’s yang cocok disebut pembersih lantai. Walau begitu, tak ada yang ragu mereka adalah brand top. Dari sini juga, saya mulai mengerti darimana common sense kuno, don’t judge a book by its cover, berasal.

cream temulawak V natural ori

Pengalaman Pakai Cream Temulawak
Cream temulawak terdiri dari 2 produk yang bisa digunakan dalam waktu berbeda, siang dan malam. Sekilas perbedaan kedua cream ini hanya dari warna dan nama saja. Namun lebih dari itu, keduanya adalah dua produk yang benar-benar berbeda. Baik dari segi tekstur, kegunaan ataupun bahan. Temulawak day cream lebih cocok bila kita sebut foundation atau alas bedak. Perhatikan tekstur cream siang temulawak berikut.
cream temulawak siang

Terasa kasar, tidak meresap namun menempel erat di permukaan kulit. Saat saya mengaplikasikan bedak diatas kulit yang telah di lumuri cream siang , hasilnya memang bagus. Warna kulit tampak merata dan bedak tidak mudah luntur.Pengalaman Pakai Cream Temulawak

Bahan yang dipakai juga kedua cream ini juga berbeda, bila cream siang lebih banyak memakai petrolatum (mineral oil), talc dan titanium dioxide, maka night cream mereka lebih berisi moisturizing dan whitening agent seperti dimethicone  dan licorice. Tak ketinggalan tentu saja ekstrak temulawak.kandungan creram temulawak

Tekstur night cream temulawak lebih light, lembut dan tidak terlalu berbau. Aroma bahan-bahan kimia tidak ada, parfum juga tidak terasa. Cream ini lebih mirip dengan HN Platinum, bedanya hanya pada basic ingredient, HN Platinum mengolah Olive Oil. Namun cream temulawak mengandung Retinyl Palmitate yang bisa jadi beresiko untuk ibu hamil dan menyusui. Dan ini wajib di garis bawahi bila ingin memesan cream ini.

Cream temulawak tidak cocok untuk ibu hamil

cream temulawak berbahayaRetynil palmitate adalah turunan vitamin A, mereka saudara sebapak dengan tretinoin atau retinoid. Di tahun 70an, senyawa ini lebih dikenal dengan obat jerawat yang mujarab. Saat industri kosmetik berkembang, retinoid di adopsi sebagai anti-aging. Mereka bekerja dengan membongkar sel kulit mati pada permukaan kulit dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru. Dengan retinoid, kerusakan collagen akibat penuaan juga dapat diturunkan. Lapisan dermis pun menebal sehingga elastisitas kulit terjaga. Hasilnya keriput enggan datang. Namun sebelum semua proses ini berjalan baik, retinoid dapat menyebabkan kulit terkelupas dan kemerahan. Pada ibu hamil, perawatan topikal dengan turunan vitamin A dapat menyebabkan bayi lahir cacat, paling ringan mengidap penyakit bodoh yang keterlaluan.

Namun begitu, kandungan Retinyl palmitate pada cream temulawak terbilang kecil, sehingga pengelepusan hingga ruam merah akan jarang terjadi. Cream temulawak lebih bekerja dengan melembabkan kulit agar sel-sel mudah beregenerasi. Retinyl hanya digunakan sebagai faktor penguat. Jadi, cream ini cocok untuk wanita usia 20 tahun keatas, memasuki masa-masa akhir kuliah. Di masa tersebut kulit seorang wanita mulai mengalami degradasi. Kekenyalan berangsur menurun, sedikit kerutan muncul di ujung atau bawah mata. Ini wajar, sebab kamu tak bisa menghilangkan bagaimana stressnya membuat skripsi. Saya juga merasakan itu. Coba bayangkan bagaimana capeknya bolak balik ke perpus, riset kemana-mana dan hasil ketikan sebulan ke belakang  di tolak oleh dosen killer. Kerutan muncul satu. Disaat itu redakan emosi, hentikan bicara kotor babi atau anjing sebab anjing jauh lebih setia dari mantan.

Testi Hasil Dan Reaksi Memakai Cream Temulawak
Satu bulan sebagai pengguna cream temulawak, kulit wajah saya sebetulnya tidak menjadi putih. But it’s fresh and so lively. Bersih seperti matahari terbit di musim kemarau. Maklum, dalam skala Fitzpatrick kulit saya masuk level 5. Terbilang cukup gelap. Namun saya bangga dengan kulit sawo matang. Ini menandakan saya adalah pribumi asli. Saya bukan orang asing disini. Apa yang diharapkan dari kulit putih berlebih. Justru aneh bukan. Kita bukan bagian ras kaukasoid. Sebenarnya darimana cerita bila kulit putih identik dengan cantik berasal?

Hasil memakai cream temulawak pada minggu pertama dan kedua hampir tidak menampakan apa-apa. Kecuali kamu mengoleskan day cream, seketika itu kulitmu menjadi putih. Namanya juga foundation. Cream malam saya pakai menjelang tidur. Terasa ringan dan meresap. Tidak lengket sama sekali sehingga tidak mengganggu fokus saya untuk bermimpi indah. Satu lagi, cream ini tidak menyumbat pori sehingga kulit terasa lebih lega.

Selama pemakaian cream temulawak, tidak ada reaksi negatif yang terjadi. Tidak muncul ruam merah seperti kebanyakan produk yang memakai komposisi retinoid. Ini bisa jadi karena tipe kulit saya yang tidak terlalu sensitif. Untuk orang dengan kulit berminyak parah, sebaiknya tidak memakai day cream karena mengandung petrolatum dan talc yang membuat cream ini berasa heavy. Tetapi untuk cream malam tidak terlalu masalah.

Efek Samping Temulawak Cream?
Efek samping tidak terlalu banyak ditemukan. Reaksi breakout tidak ada. Terus terang cream temulawak cocok untuk kulit normal saya. Satu-satunya yang harus diperhatikan adalah cream siangnya yang lebih berguna sebagai foundation. Itu bisa saya mengerti kenapa Pt. Dutry Saputra Abadi juga mengeluarkan bedak temulawak. Dan saya bisa gampang menyimpulkan ini adalah paket komplit untuk wanita, kamu tidak bisa hanya membeli day cream tanpa bedak. Akan percuma. Untuk laki-laki jangan kawatir, V Natural juga menyediakan paket perawatan tubuh yang juga bisa kamu gunakan.

Cream Temulawak V natural Palsu?
Saya sempat menghubungi bagian SEO kantor Gluteracare.com untuk mencari tahu apa cream temulawak V natural sudah ada yang palsu di pasaran. Mereka mengatakan belum. Cream V natural ini baru beredar Juli 2017, ini artinya masih fresh from the oven. Kalaupun ada yang palsu itu mungkin cream temulawak lain, seperti cream temulawak dari Malaysia. Dan juga wajib di ingat, saat ini V Natural di distribusikan oleh Pt. Dutry Saputra Abadi bukan CV Varia Niagra Cosmetic. Ijin edar dari CV Varia sudah dicabut dari BPOM sehingga bila kamu menemukan cream temulawak produksi CV Varia bisa dipastikan itu produk lama.ciri cream temulawak asli vs palsu

Cream Temulawak V natural yang baru ini sebenarnya sudah dilengkapi tanda kusus yang bisa kamu lihat bila ada keraguan cream ini asli apa palsu. Pertama lihat dari kemasanya. Kemasan produk ini bagus dan rapi, terlihat warna pelangi jika kita membolak-baliknya. Kedua coba cek nomor batch/kode produksi. Pada gambar dibawah kode produksi 17042D dimana bisa dilihat Pt. Dutry yang sekarang menjadi pengedarnya. Kode produksi ini tercetak dengan stempel sehingga ketika diraba akan terasa cekungan. Kalau terasa benjolan, berarti kamu salah sasaran.cara membedakan cream temulawak asli dan palsu

Kesimpulan Pengalaman Memakai Cream Temulawak
Saya tidak bisa menyamaratakan kesimpulan setelah memakai cream temulawak sebab keduanya berbeda dan mempunyai kelebihan masing-masing. Oleh karena itu kesimpulan ini akan saya bagi dua.

  • Day Cream
    Pros: membuat kulit wajah lebih merata, cocok untuk alas bedak
    Cons : salah nama, harusnya sih ini foundation. Kamu harus punya bedak sebelum memakainya
  • Night Cream
    Pros : Light, tidak menyumbat pori, wajah jadi lebih kenyal, elastis dan cerah
    Cons : kemasanya kurang tampan

Tester : MB* (R&D Staff Gluteracare)

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.