Produk Perawatan Utk Kulit Sensitif

Sekarang tragedi berikut teramat familiar: anda tertarik mencoba produk perawatan wajah yang banyak orang bicara betapa bagusnya. Produk tersebut terlihat hebat dan anda merasa yakin akan tampan maksimal. Anda langsung membeli tanpa tahu kondisi kulit atau kandungan skincare itu. Beberapa hari kemudian, masalah terlihat nampak. Kulit wajah mulai nampak kemerahan, tebal juga kering. Saat melihat kaca, jerawat mulai nampak mengintip dunia. Bersamaan dengan itu, pertanyaan rumit muncul, apa yang terjadi dengan wajah saya?

Jawabanya tidak gampang, harus dilakukan serangkaian tes dermatologis yang mahal untuk mengenali problem itu secara spesifik. Dan untuk memurahkan pencarian solusi tersebut, kita mudah berkesimpulan bila kosmetik tersebut tidak cocok atau kulit kita masuk kategori sensitif. Bila anda termasuk anggota geng sensitifer, memilih produk kusus untuk kulit sensitif adalah keharusan.

Produk Rekomendasi untuk kulit sensitif

Apa yang membuat kulit bereaksi negatif terhadap sebuah produk?
Memakai produk baru dan menimbulkan efek buruk paling sering di akibatkan oleh kandungan skincare yang tidak bisa diterima oleh kulit anda. Produk tersebut mungkin saja well formulated, tapi itu tidak menghalangi alergi ada. Dan masalah ini sedikit banyak bisa dihindari, setidaknya dengan memperhatikan kandungan skincare dibawah ini.

Dari semua list diatas, produk kosmetik entah itu mahal atau murah banyak yang memakai fragrance, beberapa sunstansi dengan akhiran -sulfate atau benzoyl peroxides yang biasa terdapat pada obat jerawat. Faktanya, zat ini terbukti buruk untuk merawat kulit sensitif anda. Selain itu ada beberapa hal yang harus perlu diperhatikan oleh sensitifer.
1. Pilih kandungan yang paling pas
Jauhi produk poorly formulated dengan kandungan yang bersifat skin-aggravating dan anti bakteri. Produk berlabel anti bakteri atau mengandung alcohol denat (aggravating) bisa langsung bereaksi seperti sensasi cekit-cekit, tersengat, panas, dan gatal pada kulit. Ini bukan soal kualitas kosmetik tersebut namun bersifat sangat personal. Orang Korea akan mempunyai kecenderungan alergi terhadap bahan tertentu yang bisa saja berbeda dengan orang berkulit lebih gelap seperti Indonesian. Jadi meski skincare Korea begitu terkenal bagus dan mempunyai quality control yang ketat, belum tentu bisa menyatu dengan kulit pribumi asli. Ini seperti anda alergi terhadap bulu kucing. Persoalanya bukan pada kucing tersebut, namun pada anda sendiri.
2. Memakai produk yang keliru untuk jenis kulit anda.
Mengaplikasikan produk oil-absorbing untuk kulit kering anda, hasilnya mudah ditebak. Kulit menjadi lebih kering dan muncul ruam merah. Bisa pula memakai produk emmolient yang tebal untuk kulit berminyak, ini akan menambah jerawat anda. Untuk kasus ini, kulit anda mungkin saja tidak termasuk kategori sensitif. Persoalanya hanya sedikit lalai dan salah kostum. Anda tidak bisa memakai sarung untuk pergi ke kampus.
3. Menggunakan banyak produk dengan kandungan sejenis
Ambil contoh, ketika membeli produk anti-aging beberapa orang mengganggap akan bagus jika punya lebih dari satu. Jadi mereka memborong serum dengan vitamin C dosis super, high-concentration retinol moisturizer, dan produk skin brightening sekaligus. Kami beritahu, bahkan kulit paling kebal sejagat sekalipun dapat berubah berantakan dengan formula tersebut bila memakainya dalam waktu bersamaan. Harap beri jeda. Anda bisa memakai serum selama 2 minggu, berhenti 3 hari, lanjutkan dengan produk lain. Kandungan sejenis dapat digunakan dalam satu waktu jika memiliki konsentrasi yang tidak terlalu besar contohnya gunakan moisturizer pagi hari dan serum saat malam.

Deteksi kulit sensitif sedini mungkin
Satu hal paling sulit dikenali adalah diri sendiri. Oleh sebab itu jangan percaya pada ungkapan super klasik motivator ababil atau mahasiswa frustasi yang bilang ingin menjadi diri sendiri. Diri yang sendiri itu tidak ada. Manusia selalu dalam relasi yang tak pernah putus sejak lahir, hingga mati pun tidak bisa mengubur tubuh mereka sendiri. Identitas selalu dibentuk dari cerita dan persepsi orang tentang kita. Termasuk pemahaman tentang kulit wajah.

Seperti Sherlock Holmes, dektetif yang baik harus berusaha memecahkan misteri kenapa kulit kita bereaksi berbeda pada berbagai produk kosmetik. Butuh berbagai cara, trial and error, dalam jangka waktu yang barangkali lama. Dan lokasi kulit sensitif yang paling santer dikeluhkan warga adalah wajah dan tangan. Bukanya tanpa alasan, selain sering jadi wilayah uji coba tren perawatan wajah yang meraja lela, lokasi ini juga memiliki barier kulit lebih tipis dan ujung saraf yang padat. Oleh sebab itu, saat mencoba produk baru usahakan mengoleskan dahulu pada tangan atau bagian belakang telinga. Kenali juga ingredientnya. Kandungan yang terbukti baik untuk kulit pun dapat berubah horor.

Pada produk skincare, cream siang atau cream malam, kandungan berkualitas seperti niacinamide, retinol, vitamin C, BHA (salicylic acid), or AHA (glycolic or lactic acid) amat sering digunakan. Bila anda memiliki kulit super sensitif, mungkin tidak akan bisa menerimanya dalam jumlah besar. Pilih komposisi dengan presentase yang rendah di awal penggunaan. Bila sudah menemukan kecocokan, anda dapat melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dengan menggunakan kandungan yang lebih besar.

Memilih sunblock pun harus selektif. Titanium dioxide merupakan komposisi utama produk ini. Ia menjadi penentu seberapa besar SPF tercantum pada label. Semakin tinggi SPF nya maka kandungan Ti02 semakin besar pula. Para sensitifer hendaknya memilih sunblock dengan SPF di bawah 30 mengingat Ti02 cukup iritatif. Dan ini berarti juga, anda tidak bisa berlama-lama di bawah sinar matahari. SPF di bawah 30 hanya mampu melakukan perlindungan maksimal 1,5 jam.

Tidak hanya skincare berbentuk cream, produk-produk yang umumnya ramah seperti cleansers, toners, serums, atau moisturizers akan berdampak buruk pada penderita kulit hypersensitif. Hal ini biasanya terjadi saat pertama kali menggunakan produk-produk tersebut. Untuk mengenali bagaimana reaksi kulit anda sangat mudah. Bila ada sedikit rasa tidak nyaman, kemungkinan besar produk tersebut kurang cocok. Namun bagaimana kalau anda membeli produk tersebut dalam bentuk paket?, satu-satunya cara adalah mencoba per produk dalam rentang waktu 2 hari. Misalnya, coba cleanser 2 hari dulu jika masih aman dapat lanjut memakai toner. Saat merasa ada masalah, berhenti gunakan toner kemudian coba moisturizer keesokan harinya. Siklus ini berlanjut terus sampai menemukan produk yang benar-benar pas.

Dan tiap penderita kulit sensitif pasti paham bila proses pencarian skincare yang paling cocok selalu butuh biaya besar. Berita baiknya, produk skincare yang tidak terpakai bisa anda berikan ke adik, teman atau tetangga. Mudah-mudahan Tuhan membalas kebaikan tersebut dengan memberikan isyarat produk mana yang bisa matching di wajah anda. Kalau anda termasuk orang dengan prinsip hemat pangkal melarat, bisalah menjualnya dan kembali memulai pencarian produk yang pas. Ingat, produk yang cocok tidak selalu mahal. Anda bisa membeli brand SK-II, Juara atau Acca Kappa dengan budget yang lumayan, tapi untuk cocok itu masalah lain.

Resep terbaik untuk kulit sensitif
Banyak yang menyangka bila silicone ingredients seperti cyclopentasiloxane atau dimethicone akan berdampak negatif pada kulit sensitif. Pada kenyataanya hal tersebut tidak benar. Silicone group justru memberi efek menenangkan (soothing effect). Sementara kandungan terbaik untuk para sensitifer adalah chamomile dan Hyaluronic Acid. Selain dua substansi itu, anda juga bisa mendapatkan produk yang mengkomposisikan Panthenol, Shea Butter, peptides, allantoin, fatty acids, dan Lecithin. Bagi ibu hamil dan menyusui lecithin beresiko pada janin.

Yang perlu anda ingat, tidak semua bahan alami aman dan cocok di aplikasikan pada kulit sensitif. Menggunakan air perasan lemon untuk masker justru akan menghancurkan wajah sensitif. Begitu pula dengan lavender atau tea tree oil. Ia tidak akan bisa berdamai dengan kulit.

Memang memilih skincare untuk kulit sensitif tidak semudah menunjukan jari pada etalase kosmetik sebuah mall. Bahkan para ahli dermatology pun belum mencapai kebulatan pendapat mendefinisikan kulit sensitif itu apa. Mereka hanya percaya jika masalah ini terjadi karena peningkatan permeabilitas stratum korneum atau percepatan respon saraf. Prevalensi kulit sensitif juga cenderung lebih tinggi terjadi pada wanita. Oleh sebab itu juga banyak produsen kecantikan meluncurkan produk spesial untuk mereka yang berkulit sensitif dengan embel-embel tanpa pewangi, pewarna, dan minyak. Dan apakah peniadaan substansi tersebut terbukti ampuh atau hanya sekedar marketing gimmick?, kami tidak tahu tahu. Tiap sensitifer punya kondisi berbeda dan pengalaman berbeda. Namun apapun itu, kulit sensitif bukan masalah yang teramat sulit diatasi. Lebih sulit menekan perasaan yang teramat sensitif. Apalagi kalau anda jatuh cinta dan tidak pernah punya nomor WA nya. Lebih menyakitkan.

 

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.